- BERANDA
- BERITA
- ARTIKEL
- PROFIL
- FAQ
- PPID
- PELAYANAN PUBLIK
- DOKUMEN
- Produk Hukum
- Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
- Indikator Kinerja Utama (IKU)
- Pelaksanaan Anggaran (DPA)
- Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
- Laporan Aset
- Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)
- Laporan Neraca
- Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
- Pengadaan Barang dan Jasa
- Rencana Aksi
- Rencana Kerja (RENJA)
- Rencana Strategis (RENSTRA)
- Standar Operasional Prosedur (SOP)
- DAPODIK
- PENGADUAN
- Show More








Suhu tubuh manusia yang berada di sekitar 36,5–37,5°C bukan angka yang muncul secara kebetulan. Angka ini merupakan hasil keseimbangan yang sangat rumit antara proses fisiologis, kimia, dan mekanisme pengaturan dari otak. Meski lingkungan di sekitar kita berubah-ubah, kadang panas terik, kadang dingin AC tapi tubuh tetap mampu menjaga suhunya relatif stabil. Inilah salah satu keajaiban biologi manusia.
Lubang cacing (wormhole) adalah salah satu konsep paling menarik dalam fisika dan astronomi. Dalam film-film fiksi ilmiah, lubang cacing sering digambarkan sebagai pintu ajaib yang bisa membawa kita ke ujung galaksi dalam sekejap. Tapi sebenarnya, apa sih lubang cacing itu? Apakah benar-benar ada? Dan apakah manusia bisa melewatinya suatu hari nanti?
Kecepatan cahaya, 299.792.458 kilometer per detik atau lebih sering ditulis 300.000 km/s adalah batas tercepat yang bisa dicapai di alam semesta menurut fisika modern. Dalam film fiksi ilmiah, pesawat luar angkasa sering terlihat menembus galaksi hanya dalam hitungan detik. Tetapi dalam dunia nyata, hukum fisika punya aturan ketat yang membuat hal itu sangat sulit terjadi. 


