Rahasia Suhu Tubuh Manusia
Suhu tubuh manusia yang berada di sekitar 36,5–37,5°C bukan angka yang muncul secara kebetulan. Angka ini merupakan hasil keseimbangan yang sangat rumit antara proses fisiologis, kimia, dan mekanisme pengaturan dari otak. Meski lingkungan di sekitar kita berubah-ubah, kadang panas terik, kadang dingin AC tapi tubuh tetap mampu menjaga suhunya relatif stabil. Inilah salah satu keajaiban biologi manusia.
Termostat Alami di Otak
Di dalam otak, tepatnya di hipotalamus, terdapat termostat biologis yang terus memantau suhu tubuh setiap detik. Ketika tubuh mulai memanas, hipotalamus akan memicu mekanisme pendinginan seperti berkeringat dan pelebaran pembuluh darah. Sebaliknya, saat tubuh kedinginan, ia memicu menggigil dan penyempitan pembuluh darah untuk mempertahankan panas. Regulasi otomatis ini, yang disebut thermoregulation, membuat suhu tubuh tetap berada dalam batas aman.
Panas dari Mesin Tubuh
Tubuh manusia menghasilkan panas melalui metabolisme, yaitu reaksi kimia dalam sel untuk menghasilkan energi. Organ-organ seperti hati, otot, dan otak adalah pengahsil panas terbesar. Bahkan ketika sedang duduk santai, tubuh tetap menghasilkan energi panas dalam jumlah cukup besar, sehingga suhu tubuh tidak turun drastis meski lingkungan sekeliling lebih dingin.
Kenapa 37°C?
Suhu sekitar 37°C diperkirakan merupakan kompromi evolusioner yang optimal. Pada suhu ini, ribuan enzim dalam tubuh dapat bekerja secara efisien. Suhu yang terlalu rendah akan memperlambat reaksi kimia dalam sel, sementara suhu yang terlalu tinggi memicu risiko denaturasi protein dan kerusakan jaringan. Selain itu, suhu 37°C cukup tinggi untuk menghambat pertumbuhan beberapa patogen tertentu, memberi tubuh keunggulan dalam pertahanan imun.
Ketika Sistem Pengatur Panas Terganggu
Demam bukan sekadar panas biasa melainkan tanda bahwa tubuh sedang menaikkan setpoint hipotalamus untuk melawan infeksi. Sebaliknya, kondisi seperti hipotermia (suhu < 35°C) dan heat stroke (suhu > 40°C) terjadi ketika mekanisme pengaturan gagal bekerja. Pada titik ini, tubuh membutuhkan pertolongan eksternal karena sistem internalnya tak mampu bertahan.
Variasi Suhu pada Setiap Individu
Meski angka 37°C sering dianggap standar, suhu tubuh manusia sebenarnya bervariasi bergantung pada faktor usia, hormon, aktivitas fisik, waktu harian, bahkan jenis pengukuran (Miller, 2020). Misalnya, suhu tubuh biasanya sedikit lebih rendah pada pagi hari dan lebih tinggi pada sore hari. Perempuan juga bisa mengalami kenaikan suhu setelah ovulasi karena pengaruh hormon progesteron.
Referensi
Miller, K. (2020). What is Considered a Normal Temperature? Here’s Why It Slightly Differs for Everyone. Prevention.











