Pendidikan sering dianggap sebagai kewajiban — sesuatu yang harus dijalani agar bisa mendapatkan pekerjaan yang baik di masa depan. Namun, sejatinya pendidikan memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mencari nilai atau ijazah. Pendidikan adalah proses panjang untuk membentuk pola pikir, karakter, dan arah hidup seseorang.
- BERANDA
- BERITA
- ARTIKEL
- PROFIL
- FAQ
- PPID
- PELAYANAN PUBLIK
- DOKUMEN
- Produk Hukum
- Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK)
- Indikator Kinerja Utama (IKU)
- Pelaksanaan Anggaran (DPA)
- Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)
- Laporan Aset
- Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)
- Laporan Neraca
- Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
- Pengadaan Barang dan Jasa
- Rencana Aksi
- Rencana Kerja (RENJA)
- Rencana Strategis (RENSTRA)
- Standar Operasional Prosedur (SOP)
- DAPODIK
- PENGADUAN
- Show More








Kesehatan Mental merupakan aspek terpenting bagi proses tumbuh kembang seseorang. World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa kesehatan tidak hanya mencakup kesejahteraan fisik tetapi juga kesejahteraan emosional, psikologi, dan sosial seseorang.
Beberapa dekade yang lalu, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hanya kita temui dalam film fiksi ilmiah dan novel futuristik. Robot cerdas, mobil tanpa pengemudi, atau komputer yang bisa berbicara dengan manusia dianggap sebagai imajinasi yang jauh dari kenyataan. Namun, kini dunia telah berubah. AI tidak lagi sebatas khayalan, melainkan hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Mulai dari rekomendasi belanja online, peta digital, kesehatan, hingga dunia pendidikan, AI semakin terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan modern. 


