Planet Tertua dan Termuda pada Sistem Tata Surya
Terdapat beberapa cara bagi ilmuwan untuk menentukan usia planet. Diantara kedelapan planet yang berada di sistem tata surya, planet manakah yang pertama kali terbentuk?
Sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu, sebuah awan gas, membuka jalan terbentuknya tata surya kita. Kemudian, sebuah nebula dengan gaya gravitasi yang kuat terbentuk, yang merupakan awal terbentuknya Matahari. Tetapi, setelah itu masih menyisakan banyak ruang perdebatan mengenai planet mana yang terbentuk lebih dulu.
Meskipun telah banyak ditemukan teknik untuk menentukan usia planet, seperti penanggalan material organic dari luar angkasa, beberapa ekspedisi ke Bulan dan Mars, ilmuwan masih belum yakin mengenai urutan kelahiran planet-planet di tata surya. Selain adanya teori yang menjelaskan mengenai proses terbentuknya planet, terdapat pula beberapa teori yang saling bersaing untuk menjelaskan kemungkinan urutan kelahiran planet-planet.
Teori yang paling umum diterima tentang bagaimana kedelapan planet terbentuk disebut “akresi”, yaitu ketika partikel gas dan debu saling bertabrakan dan menempel, memungkinkan mereka memiliki gaya gravitasi dan bertambah besar seiring waktu.
Salah satu teori populer, yang mengasumsikan bahwa akresi benar terjadi yaitu bahwa planet-planet besar terbentuk lebih dulu, menurut NASA. Seiring ukuran mereka yang bertambah besar, mereka kemudian bergerak menjauh dari Matahari, memberi ruang bagi planet-planet teresterial terbentuk. Pembentukan planet-planet ini terjadi semakin mendekati Matahari dan dalam jangka waktu jutaan tahun.
Menurut NASA, untuk membentuk planet gas raksasa seperti Jupiter, diperlukan gas dengan jumlah yang sangat banyak dan harus terbentuk dalam jangka waktu yang cepat sebelum gas menghilang.
Namun, teori lain yang disebut model ketidakstabilan aliran, memberikan penjelasan yang berbeda. Dengan kemungkinan bahwa planet-planet mengumpulkan massa secara lebih spontan, teori ini berpendapat bahwa planet-planet teresterial terbentuk terlebih dulu, kemudian planet-planet raksasa berhenti terbentuk ketika tidak ada lagi gas.
Seorang ilmuwan planet, Gaia Stucky, berpendapat alih-alih menentukan usia planet berdasarkan asal-usulnya, beberapa ilmuwan memfokuskan perhatian mereka pada permukaan planet. Salah satu metode yang digunakan ilmuwan untuk menentukan usia planet yaitu dengan menghitung kawah di permukaannya secara manual. Dari perspektif ini, Bumi dapat dianggap sebagai planet termuda karena permukaannya terus berubah. Diikuti oleh Venus dan Mars.
Sayangnya keterbatasan metode penanggalanini membuat ilmuwan hanya dapat memperkirakan usia setiap planet dan karena margin kesalahan yang kecil sekalipun dapat mencapai jutaan tahun dalam sejarah alam semesta, para ilmuwan masih berupaya mengumpulkan data untuk menyusun garis waktu yang lebih tepat.
Disadur dari: https://www.livescience.com/space/planets/which-planets-are-the-youngest-and-oldest-in-our-solar-system










