Rahasia Sains di Balik Teh Bunga Telang yang Bisa Berubah Warna
Pernahkah kamu melihat minuman berwarna biru yang tiba-tiba berubah menjadi ungu atau merah muda saat ditetesi perasan jeruk? Itu bukan sihir, melainkan sains yang bisa dipahami dengan mudah. Rahasianya ada pada bunga cantik bernama bunga telang.
Bunga telang (Clitoria ternatea) dikenal dengan kelopaknya yang berwarna biru pekat. Di Indonesia, bunga ini sering digunakan untuk membuat teh herbal dan pewarna makanan. Komponen utama pada bunga telang yang berperan sebagai pewarna disebabkan oleh adanya kandungan pigmen antosianin yang berwarna merah hingga ungu pekat. Antosianin adalah subkelas dari flavonoid yang larut dalam air yang bertanggung jawab atas warna merah, ungu, dan biru pada buah, sayuran, dan bunga. Sehingga antosianin dapat menjadi pewarna makanan alami. Selain itu, antosianin juga berguna sebagai antioksidan.
Rahasia Warna: Antosianin Sang Indikator
Pigmen antosianin mempunyai sifat unik, yaitu peka terhadap pH. Dalam kondisi basa, misalnya ditambahkan sedikit soda kue, warnanya akan berubah menjadi biru kehijauan. Sedangkan dalam kondisi asam, seperti saat ditetesi perasan jeruk, warnanya akan berubah menjadi ungu hingga merah muda. Perubahan ini terjadi karena struktur kimia antosianin berubah ketika bertemu larutan dengan kadar keasaman yang berbeda. Selain membuat warna teh menjadi cantik, pigmen antosianin dari bunga telang juga menarik perhatian para ilmuwan karena bisa digunakan sebagai indikator pH alami yang ramah lingkungan.
Perubahan warna teh bunga telang dari biru menjadi ungu atau merah muda mungkin terlihat sederhana, tetapi di baliknya tersimpan sains yang menakjubkan. Fenomena ini mengajarkan bahwa sains tidak selalu harus dipelajari melalui rumus yang rumit, terkadang ia hadir juga dalam bentuk yang cantik dan bisa kita saksikan langsung di dapur rumah. Dengan memahami sifat pigmen antosianin yang peka terhadap pH, kita bisa melihat bagaimana konsep asam-basa bekerja dalam kehidupan sehari-hari.
Referensi
Aprilliani, F., Putri Ayuningtyas, L., & Adila Lestari, H. (2022). Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Sebagai Indikator pH dalam Sistem Kemasan Pintar. Agroteknika, 5(2), 87–97. https://doi.org/10.55043/agroteknika.v5i2.133
Handito, D., Basuki, E., Saloko, S., Gita Dwikasari, L., & Triani, E. (2022). Analisis Komposisi Bunga Telang (Clitoria ternatea) Sebagai Antioksidan Alami pada Produk Pangan. LPPM Universitas Mataram, 4, 64–70.










